Salam GenRe

Raih Prestasi, Tunda Nikah Dini !

Remaja Indonesia

Remaja Indonesia Harus Sehat Secara Fisik, Mental, Sosial dan Spiritual.

BKKBN

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

Generasi Berencana

Remaja Indonesia Harus Menjadi Generasi Berencana Untuk Perubahan Indonesia Yang Lebih Maju.

Tidak Pada Pergaulan Bebas

Pergaulan Bebas Hanya Akan Membuat Kita Sengsara.

Narkoba

Say No To Drug's, Narkoba Hanya Malapetaka

Tampilkan postingan dengan label GENRE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GENRE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

ciri-ciri remaja islam sukses dunia akhirat

Setiap remaja muslim tentunya ingin melewati masa remajanya dengan penuh kesuksesan baik di dunia maupun sukses di akhirat. Namun untuk mencapainya perlu kesabaran, perlu banyak ilmu dan perlu dukungan dari berbagai fihak selain dirinya sendiri terutama dukungan dari lingkungannya.

Pada masa remaja dorongan terhadap hal−hal yang negatif sangatlah besar, seperti sifat ingin membangkang,angkuh, gelisah, resah, emosional, senang menyendiri, ketertarikan terhadap lawan jenis yang berlebihan dll.

Untuk mengendalikan perasaan− perasaan negatif tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan, diantaranya :

1. Isilah masa remaja dengan berbagai aktifitas yang positif.

Ingat masa remaja hanya dialami satu kali seumur hidup. Kembangkan bakat anda dengan mengikuti berbagai kegiatan yang cocok dengan minat dan kemampuan anda. Banyak kegiatan yang bisa diikuti, seperti Olah Raga, Pramuka, PMR, Pecinta Alam, Remaja Mesjid, berbagai keterampilan dan lain−lain.

Hal ini akan mengurangi kecenderungan kita terhadap hal−hal yang negatif dengan catatan setiap aktifitas apapun yang kita lakukan tidak menyimpang dari aturan islam.

2. Sering bergaul dengan orang−orang yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Dalam bergaul kita harus pandai memisahkan mana yang jadi teman biasa dan mana yang pantas jadi teman dekat (sahabat). Ingatlah teman dekat kita mencerminkan siapa diri kita sebenarnya.

3. Galilah ilmu sebanyak−banyaknya

Disaat kita mencari jati diri, perlu banyak ilmu yang bisa membantu menemukan jati diri kita. Dengan ilmu kita akan semakin tahu siapa kita sebenarnya, untuk apa kita hidup, apa kemampuan yang kita miliki, bagaimana kita bila dibandingkan dengan orang lain, mengapa kita seperti ini... Ilmu ini bisa kita peroleh dari buku, internet, majalah, televisi, pengalaman, pergaulan dan komunikasi dengan orang yang lebih berpengalaman dalam hal ini seperti orang tua atau orang yang lebih tua, guru, ulama.

4. Bersyukurlah dengan apa yang Allah tetapkan pada diri kita

Setelah kita mengenali diri kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya, bersyukurlah kepada Allah yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Yakinlah bahwa tak ada yang sia−sia apapun yang Allah tetapkan pada diri kita, semua sudah terukur sesuai dengan kemampuan kita dan semua untuk kebaikan kita.

5. Dekatlah selalu pada Allah

Allah sangat menghargai para remaja yang mengabdikan hidupnya hanya di jalanNya, dengan memberikan naungan pada hari kiamat dimana tiada naungan kecuali hanya naunganNya., seperti sabda Rosulullah SAW :

“ Ada tujuh kelompok yang akan memperoleh naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naunganNya, yaitu : Pemimpin yang adil, Pemuda yang giat beribadah, Seorang yang hatinya selalu digantungkan dengan masjid, Dua orang yang saling mencintai karena Alloh, keduanya berkumpul dan berpisah karena Alloh, Seorang laki−laki yang diajak oleh seorang perempuan bangsawan yang cantik, lalu berkata ‘sesungguhnya aku takut kepada Alloh’, Seorang yang memberikan sedekah lalu disembunyikan sampai – sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, Seorang yang berdzikir kepada Alloh di tempat yang sunyi kemudian kedua matanya bercucuran air mata (HR Bukhori dan Muslim)

7 Sikap Remaja Sukses

Sering sekali terlihat adanya perbedaan antara satu murid dan murid yang lainnya terutama dari segi prestasi. Ternyata, remaja yang berprestasi cenderung memiliki kebiasaan tertentu dalam kesehariannya. Menurut Sean Convey dalam bukunya ‘The 7 Habits of Highly Effective Teens’, ada tujuh kebiasaan yang bisa dilakukan remaja untuk sukses di masa depan.

Proaktif
Ini adalah kunci utama menjadi sukses karena menjadi seseorang yang proaktif adalah awal dari kebiasaan-kebiasaan lain. Ketika seseorang menjadi proaktif, dia memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab dalam hidup. Ia juga memiliki kontrol untuk menyetir kehidupannya.

Mimpi
Menjadi seorang remaja yang sukses dimulai dengan memiliki tujuan akhir yang jelas. Tanpa tujuan yang jelas, remaja akan cenderung menyia-nyiakan waktu dan tidak fokus.

Prioritas
Kebiasaan ini mengarahkan remaja untuk mengatur waktunya dengan baik. Dengan waktu yang terbatas, remaja dituntut untuk memilih aktivitas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Penentuan prioritas harus berdasarkan mimpi yang ingin dicapai. Misalnya ketika remaja dihadapkan pada pilihan untuk bermain komputer atau latihan soal. Jika remaja ingin mendapat nilai ujian yang tinggi tentu latihan soal akan menjadi prioritas.

Terbuka
Remaja yang dapat menjadi sukses adalah remaja dengan pikiran terbuka. Bahwa kehidupan tidak selalu merupakan persaingan antara satu orang dan lainnya. Bisa saja seorang remaja mengalami situasi di mana dua orang atau lebih mendapat nilai yang sama-sama tinggi. Atau ada orang lain yang mendapat nilai tinggi. Remaja ini harus bisa menjadi nilai tersebut sebagai motivasi, bukan alasan untuk memusuhi orang tersebut.

Pendengar
Banyak orang yang ingin didengar tapi tidak mendengarkan orang lain. Untuk menjadi sukses, seorang remaja harus bersedia mendengar pendapat orang lain baru mencoba menyampaikan pendapatnya sendiri.

Sinergi
Bekerjasama dengan orang lain adalah kebiasaan lainnya untuk meraih sukses. Dengan cara ini, remaja belajar untuk tidak menjadi egois tapi untuk melakukan sesuatu demi kepentingan bersama. Bekerja bersama orang lain juga membuat seorang remaja terbuka dengan segala perbedaan.

Introspeksi
Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah introspeksi. Remaja yang melakukan refleksi terhadap dirinya tahu bagaimana untuk selalu menjadi yang lebih baik.

Menjadi Remaja Sukses

            Sukses adalah dambaan setiap orang, tetapi sukses bukanlah suatu hal yang mudah dicapai. Untuk itu, dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan. Sukses mustahil bisa dicapai bila hanya berimajinasi. Sebagai remaja yang ingin sukses, tentu tak bisa berdiam diri saja.

       Seorang remaja sukses harus mampu menciptakan hal-hal baru dan berdaya saing tinggi. Bagi remaja yang ingin suksesikuti tips berikut: 
  • Pertama, raihlah pertolongan Allah karena tidak ada kesuksesan tanpaDia, tidak ada keberuntungan  tanpa  peran-Nya, bahkan kehidupan tidak pernah ada tanpa ciptaan-Nya.
  • Kedua, banyak membaca,karena membaca kunci kemajuan.Allah memerintahkan kita untuk membaca dengan firman-Nya “iqra’” agar kita menuntut ilmu, karena ilmu pengetahuan merupakan salah satu kunci sukses.Salah satu kunci penting untuk memiliki ilmu pengetahuan adalah membaca. 
  • Ketiga, Kenali dan kembangkanlah bakat atau potensi yang dimiliki. Jikakita berbicara tentang bakat, maka pikiran orang tertuju pada hal-hal seperti: “Saya berbakat menjadi penyanyi, penulis, penari, olah ragawan, pelawak dan lain sebagainya.” Bakat adalah kelebihan atau keunggulan yang dimiliki oleh setiap orang yang menjadi ciri khasnya dari yang lain. 
  • Terakhir, memiliki kepribadian yang simpatik. Maksudnya kita harus mempunyai pribadi yang baik, terpuji, jujur, murah senyum, ramah, menghargai waktu, dan  ingin memperbaiki diri. So, sahabat tidak hanya persiapan dan kesempatan yang penting, tetapi juga tindakan, atau perbuatan yang bisa mengantarkan seseorang kepada keberhasilan untuk meraih prestasi.
Salam Genre ^_^

Sabtu, 04 Mei 2013

Generasi Berencana Itu Penting !

Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja mengalami beberapa perubuhan yaitu dalam aspek jasmani, rokhani, emosional, social dan personal. Akibat perubahan tingkah laku yang dapat menimbulkan konflik dengan orang sekitarnya, seperti konflik dengan orang tua atau lingkungan masyarakat sekitarnya. Konflik tersebut terjadi akibat adanya perbedaan sikap.
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang  terhadap stimulus atau objek. Manifetasi sikap itu dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.
Schiffman dan Kanuk (2000:104-105), mengatakan sikap adalah predisposisi yang dipelajari dalam proses secara konsisten suatu obyek, dalam bentuk suka atau tidak suka (attitude is a learned predisposition to responds a consistenly favorable or unfavotable manner with respect to given objeck).
Permasalahan remaja saat ini sangat komplek dan mengawatirkan. Hal ini ditujukan dengan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang pentinya menjaga kesehatan reproduksi. Jika hal ini diabaikan akan berdampak pada meningkatnya jumlah remaja yang terkena masalah kesehatan reproduksi.
Sebagaimana diketahui saat ini jumlah remaja usia 10-24 tahun di Indonesia berjumlah sekitar 67 juta atau 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia 237,6 juta jiwa (Sensus penduduk, 2010). Remaja sangat rentan tehadap resiko TRIAD KRR(Seksualitas, HIV dan AIDS, NAPZA). Untuk merespon permasalahan ini perlu peningkatan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa dengan menjadikan Pendidik dan Konselor Sebaya yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja/mahasiswa.
Pemberdayaan peran pendidik dan konselor sebaya sangat penting.  Berbagai hasil studi memperlihatkan bahwa para remaja lebih merasa terbuka jika berdiskusi tentang kesehatan reproduksi  dengan orang yang dianggap sebaya dan mengerti tentang kehidupan mereka. Karena itulah para remaja dapat dijadikan tenaga penyuluh, pendidik, pembimbing, dan konselor kesehatan reproduksi melaui latihan, fasilitasi, bimbingan serta bantuan teknis  secara sistematis. Disamping para pendidik dan Konselor sebaya, penting pula untuk memberdayakan para pengelola program seluruh tingkatan (Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/.Kota). Para pengelola tersebut perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan tetang bagaimana mengembangkan program kesehatan reproduksi remaja yang ramah renaja (adolescent friendly).
Peningkatan akses remaja terhadap pelayanan kesehatan reproduksi remajaserta meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan Pusat Informasi Konseling (PIK)-Kesehatan Reproduksi Remja (KRR), sehingga jumlah remaja dan orang tua yang mendapatkan informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja melalui PIK  Remaja /mahasiswa meningkat.
Peningkatan akses kualitas PIK Remaja/Mahasiswa  dengan sasaran Pengelola program, Kelompok Remaja, Keluarga, Institusi pendidikan (termasuk pondok pesantren), LSM, organisasi berbasis keagamaan, Organisasi Profesi. Dengan kegiatan utamnya adalah Pemanfaatan PIK Remaja/Mahasiswa  yang sudah ada dan Pembinaan PIK-KRR dalam rangka meningkatkan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiwa secara berkisinambungan.